Akhlak Nabawi: Kunci Emas Menempa Generasi Islam yang Sehat Fisik dan Cerdas Intelektual

 e-mail: Afnialfiani26@gmail.com

 

        Generasi yang kuat, sehat, dan cerdas adalah aset terpenting bagi peradaban, terutama bagi umat islam. Mereka adalah pilar yang akan menentukan masa depan umat, membawa perubahan posistif dan menghadapi tantangan zaman. Rasulullah SAW sebagai role model memberikan contoh dalam kehidupan bukan hanya seperangkat etika, melainkan sebuah kunci emas yang secara holistik membimbing pembentukan individu yang sehat fisik, cerdas intelektual dan mulia secara spiritual melalui pembiasaan setiap harinya, mengutip perkataan Jaraes Clear bahwa kebiasaan itu seperti sebilah pedang yang tajam di kedua sisi. Kebiasaan buruk dapat menebas kita dengan mudah sebagaimana kebiasaan baik membentuk kita. (Adji, 2022)

        Menjadi seorang santri dan hidup dilingkungan pesantren adalah anugerah dari Allah SWT, sebab bangun di pagi hari kemudian Qiyamulail dan menjalani aktivitas dari subuh hingga malam merupakan perjuangan yang tidak mudah, oleh karena itu perjuangan ini disebut Mujahadatunnafs (melawan hawa nafsu diri sendiri). Jika seseorang membuka harinya dengan dzikir dan aktivitas yang bermanfaat maka sepanjang harinya akan terasa menyenangkan sebab keberkahan meliputinya sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Allahumma baarik liummatii fii bukuriha” yang artinya ya Allah berkahilah umatku diwaktu pagi nya. Selain itu, masih banyak lagi manfaat dan janji Allah bagi orang yang menggunakan waktu pagi nya dengan baik.

            Pembiasaan dan kegiatan yang diterapkan di Pesantren sangat sarat dengan model hidup Rasulullah SAW seperti mengajarkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, menjaga wudhu sebab bernilai pahala dan terhapusnya dosa bahkan memiliki manfaat dari segi kesehatan sedikitnya ada 6 manfaat dalam berwudhu dan membersihkan diri hal ini diungkapkan salah seorang ahli kesehatan Jerman Prof. Dr. Jamieson dia mengatakan bahwa mencuci badan dan mandi sangat menguntungkan, bukan hanya membersihkan tetapi juga menguatkan kulit dan menyegarkan badan serta merangsang alat-alat pencernaan dalam pertukaran-pertukaran zat, wudhu juga termasuk mencuci badan. Dr. Ahmad Syauqi Ibrahim di London menjelaskan dengan mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat. Selain itu juga bisa mengurangi kekejangan pada saraf dan otot, menormalkan detak jantung, mengatasi kecemasan dan insomnia atau susah tidur. Pakar saraf (neurologis) mereka membuktikan, air wudhu yang dapat mendinginkan ujung saraf jari tangan dan jari kaki hal ini bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi pikiran dan menjadikan rileks, selain itu membantu perkuat otot wajah dan mencegah penyakit saat berkumur. Gerakan wudhu membasuh muka dan telapak tangan, baik untuk menghilangkan debu dan mikroba tak terlihat.  Penelitian mengenai wudhu yang dilakukan oleh mukhtar salim beliau mengemukakan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit yang disebabkan oleh bahan kimia yang setiap hari menempel dan meresap ke pori-pori. (Yudi, 2021)

            Pembiasan lainnya seperti menjawab kumandang Adzan ketika akan sholat dan berdoa setelahnya, santri menyiapkan shaf dengan rapi dan menjawab kumandang adzan secara tersirat mengajarkan sikap disiplin dan tuma’ninah dalam ibadah sebagaimana sabda Rasulullah SAW ”Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radiyallahu ‘Anhu, Ia berkata bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila kalian mendengarkan Adzan maka ucapkanlah seperti yang di ucapkan Muadzin” (HR. Bukhari, no 611 dan Muslim, no. 383). Adapun keutamaan menjawab kumandang Adzan adalah sebagaimana yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri Radiyallahu ‘Anhu, Ia berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya Muadzin selalu mengungguli kami dalam pahala amalan, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ucapkanlah sebagaimana di sebutkan oleh Muadzin, lalu jika sudah selesai kumandang Adzan berdoalah, maka akan di ijabah (di kabulkan) (HR. Abu Daud no. 524 dan Ahmad 2:172, Al-Hafiz Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini Hasan). (Muhammad Abduh Tuasikal, 2019) Pembiasaan Sholat berjamaah dan Sholat Sunnah, mengingat akan besarnya pahala amalan pertama yang akan di hisab ini  memiliki keutamaan yang lain berdasarkan perspektif psikologi yaitu memiliki fungsi regulasi emosi yang kuat, menurunkan tingkat kecemasan dan peningkatan kesejahteraan emosional melalui tindakan berulang yang dilakukan bersama-sama. Sholat berjamaah membuat fikiran  lebih terstruktur dan disiplin, secara tidak tidak sadar kebiasaan ini membantu mengurangi stress dan meningkatkan perasaan tenang. Gerakan fisik dan bacaan dalam sholat yang berulang membantu mengarahkan perhatian dan fokus, selain itu menciptakan rasa keterhubungan dan dukungan orang lain (memperkuat pertemanan/Ikatan social). Dalam konteks sosiologi Sholat berjamaah juga bisa dilihat sebagai cara untuk memperkuat norma dan nilai-nilai bersama. (Erlanda, 2024)

            Pembiasaan menjaga pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan mengajarkan kita berlaku adil terhadap diri sendiri sebab akal yang baik terdapat pada jiwa yang sehat dan meneladani akhlak nabi sebagaimana sabdanya “Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”. Aktivitas fisik di pesantren tentunya memiliki banyak manfaat seperti kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci  selain bertujuan untuk mewadahi minat bakat santri berdasarkan anjuran Rasululullah SAW agar melakukan aktivitas fisik seperti memanah, berenang dan berkuda ataupun olahraga lainnya maka kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk yang membangun kekuatan dan daya tahan  tubuh. Generasi muda islam di ajak untuk melihat tubuh sebagai amanah yang harus di jaga serta menyadari bahwa kesehatan fisik adalah modal utama untuk menjalankan Ibadah dan kegiatan dengan optimal.

            Selain kesehatan fisik, akhlak nabawi juga merupakan katalisator kecerdasan intelektual sebagaimana wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW adalah perintah “Iqra” (bacalah!). beliau mendorong umatnya untuk terus mencari Ilmu dan merupakan kewajiban Muslim dan Muslimah sepanjang hidupnya. Keutamaan dari menuntut Ilmu adalah jalan paling cepat menuju syurga berdasarkan Hadits Rasulullah SAW “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari Ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga” (HR. Muslim, No. 2699) (Muhammad Abduh Tuasikal, Menuntut Ilmu, Jalan Paling Cepat Menuju Surga, 2015). Rasulullah senantiasa bermusyawarah (berdiskusi) dengan para sahabat dalam mengambil keputusan juga menunjukan pentingnya berfikir kritis, bertukar ide, dan menggunakan akal sehat. Maka upaya meneladani kebiasaan Rasulullah SAW tersebut adalah dengan ikut serta dan aktif ketika pemilihan Pimpinan, aktif bertanya saat pembelajaran dalam kelas, dan mengikuti organisasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah).

            Kesehatan fisik dan kecerdasan intelektual tidak akan berharga tanpa fondasi akhlak yang mulia. Akhlak nabawi adalah benang merah yang menyatukan kedua aspek tersebut, memastikan bahwa kekuatan fisik dan kecerdasan digunakan untuk kebaikan. Generasi yang sehat tapi tidak berakhlak bisa menjadi sombong, sementara generasi yang cerdas tetapi tidak bermoral bisa menjadi destruktif. Rasulullah adalah teladan yang sempurna dalam integritas, kejujuran, kasih sayang dan keadilan. Beliau mengajarkan bahwa kekuatan fisik harus digunakan untuk menolong yang lemah dan kecerdasan harus digunakan untuk menyebarkan kebaikan dan kebenaran. Akhlak, kesehatan dan kecerdasan akan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi seluruh Alam.

            Sebagaimana slogan yang digaungkan oleh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut “Bageur Pasti, Pinter Nuturkeun” menekankan komitmen pesantren untuk membentuk generasi yang berkarakter kokoh dan memiliki keunggulan akademik serta akhlak mulia maka melalui pembiasaan yang diterapkan setiap harinya ibarat sebuah peta untuk mendapatkan kunci emas pembuka pintu gerbang masa depan yang cemerlang serta tercipta Ulama Intelektual dan Intelektual Ulama yang bermanfaat bagi dunia dan Akhirat.

            Sebagai kesimpulan, Akhlak Rasulullah SAW menjadi panduan holistik untuk membentuk individu yang seimbang melalui pembiasaan khususnya di lingkungan pesantren. Karena generasi yang sehat dan cerdas adalah aset penting bagi peradaban.

 

Referensi

Adji, A. W. (2022). Solusi mudah ubah kebiasaan. Depok: Gema Insani.

Erlanda, J. (2024, Mei 24). Keutamaan-salat-berjamaah-dalam-kacamata-psikologi-dan-sosiologi. Retrieved from kuliahalislam.com: https://kuliahalislam.com/keutamaan-salat-berjamaah-dalam-kacamata-psikologi-dan-sosiologi/

Muhammad Abduh Tuasikal, M. (2015, November 20). Menuntut Ilmu, Jalan Paling Cepat Menuju Surga. Retrieved from rumaysho.com: https://rumaysho.com/12363-menuntut-ilmu-jalan-paling-cepat-menuju-surga.html

Muhammad Abduh Tuasikal, M. (2019, Oktober 12). Bulughul Maram – Shalat: Menjawab Azan. Retrieved from rumaysho.com: https://rumaysho.com/22030-bulughul-maram-shalat-menjawab-azan.html

Yudi. (2021). Hikmah Wudhu dan 7 Manfaatnya bagi Kesehatan. Retrieved from www.islampos.com/hikmah-wudhu: https://www.islampos.com/hikmah-wudhu-238289/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN HARUS SEPERTI INI: BALANCE DUNIA DAN AKHIRAT

Full Refleksi

KE-AKU AN