Akhlak Nabawi: Kunci Emas Menempa Generasi Islam yang Sehat Fisik dan Cerdas Intelektual
e-mail: Afnialfiani26@gmail.com
Generasi yang kuat,
sehat, dan cerdas adalah aset terpenting bagi peradaban, terutama bagi umat
islam. Mereka adalah pilar yang akan menentukan masa depan umat, membawa
perubahan posistif dan menghadapi tantangan zaman. Rasulullah SAW sebagai role
model memberikan contoh dalam kehidupan bukan hanya seperangkat etika,
melainkan sebuah kunci emas yang secara holistik membimbing pembentukan
individu yang sehat fisik, cerdas intelektual dan mulia secara spiritual
melalui pembiasaan setiap harinya, mengutip perkataan Jaraes Clear bahwa
kebiasaan itu seperti sebilah pedang yang tajam di kedua sisi. Kebiasaan buruk
dapat menebas kita dengan mudah sebagaimana kebiasaan baik membentuk kita.
Menjadi seorang
santri dan hidup dilingkungan pesantren adalah anugerah dari Allah SWT, sebab
bangun di pagi hari kemudian Qiyamulail dan menjalani aktivitas dari
subuh hingga malam merupakan perjuangan yang tidak mudah, oleh karena itu
perjuangan ini disebut Mujahadatunnafs (melawan hawa nafsu diri
sendiri). Jika seseorang membuka harinya dengan dzikir dan aktivitas yang
bermanfaat maka sepanjang harinya akan terasa menyenangkan sebab keberkahan
meliputinya sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Allahumma baarik liummatii
fii bukuriha” yang artinya ya Allah berkahilah umatku diwaktu pagi nya.
Selain itu, masih banyak lagi manfaat dan janji Allah bagi orang yang
menggunakan waktu pagi nya dengan baik.
Pembiasaan dan
kegiatan yang diterapkan di Pesantren sangat sarat dengan model hidup
Rasulullah SAW seperti mengajarkan pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, menjaga
wudhu sebab bernilai pahala dan terhapusnya dosa bahkan memiliki manfaat dari
segi kesehatan sedikitnya ada 6 manfaat dalam berwudhu dan membersihkan diri
hal ini diungkapkan salah seorang ahli kesehatan Jerman Prof. Dr. Jamieson dia mengatakan
bahwa mencuci badan dan mandi sangat menguntungkan, bukan hanya membersihkan
tetapi juga menguatkan kulit dan menyegarkan badan serta merangsang alat-alat
pencernaan dalam pertukaran-pertukaran zat, wudhu juga termasuk mencuci badan.
Dr. Ahmad Syauqi Ibrahim di London menjelaskan dengan mencelupkan anggota tubuh
ke dalam air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat. Selain itu juga
bisa mengurangi kekejangan pada saraf dan otot, menormalkan detak jantung,
mengatasi kecemasan dan insomnia atau susah tidur. Pakar saraf (neurologis)
mereka membuktikan, air wudhu yang dapat mendinginkan ujung saraf jari tangan
dan jari kaki hal ini bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi pikiran dan
menjadikan rileks, selain itu membantu perkuat otot wajah dan mencegah penyakit
saat berkumur. Gerakan wudhu membasuh muka dan telapak tangan, baik untuk
menghilangkan debu dan mikroba tak terlihat.
Penelitian mengenai wudhu yang dilakukan oleh mukhtar salim beliau
mengemukakan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit yang disebabkan oleh bahan
kimia yang setiap hari menempel dan meresap ke pori-pori.
Pembiasan lainnya
seperti menjawab kumandang Adzan ketika akan sholat dan berdoa
setelahnya, santri menyiapkan shaf dengan rapi dan menjawab kumandang adzan
secara tersirat mengajarkan sikap disiplin dan tuma’ninah dalam ibadah sebagaimana
sabda Rasulullah SAW ”Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radiyallahu ‘Anhu, Ia berkata
bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Apabila kalian
mendengarkan Adzan maka ucapkanlah seperti yang di ucapkan Muadzin” (HR.
Bukhari, no 611 dan Muslim, no. 383). Adapun keutamaan menjawab kumandang Adzan
adalah sebagaimana yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudri Radiyallahu ‘Anhu, Ia
berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya Muadzin selalu mengungguli kami dalam
pahala amalan, Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ucapkanlah
sebagaimana di sebutkan oleh Muadzin, lalu jika sudah selesai kumandang Adzan
berdoalah, maka akan di ijabah (di kabulkan) (HR. Abu Daud no. 524 dan
Ahmad 2:172, Al-Hafiz Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini Hasan).
Pembiasaan menjaga
pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan mengajarkan kita berlaku adil
terhadap diri sendiri sebab akal yang baik terdapat pada jiwa yang sehat dan
meneladani akhlak nabi sebagaimana sabdanya “Kami adalah kaum yang tidak
makan kecuali lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”. Aktivitas fisik di
pesantren tentunya memiliki banyak manfaat seperti kegiatan ekstrakurikuler
Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci selain bertujuan
untuk mewadahi minat bakat santri berdasarkan anjuran Rasululullah SAW agar melakukan
aktivitas fisik seperti memanah, berenang dan berkuda ataupun olahraga lainnya maka
kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk yang membangun kekuatan dan daya
tahan tubuh. Generasi muda islam di ajak
untuk melihat tubuh sebagai amanah yang harus di jaga serta menyadari bahwa
kesehatan fisik adalah modal utama untuk menjalankan Ibadah dan kegiatan dengan
optimal.
Selain kesehatan
fisik, akhlak nabawi juga merupakan katalisator kecerdasan intelektual sebagaimana
wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW adalah perintah “Iqra”
(bacalah!). beliau mendorong umatnya untuk terus mencari Ilmu dan merupakan
kewajiban Muslim dan Muslimah sepanjang hidupnya. Keutamaan dari
menuntut Ilmu adalah jalan paling cepat menuju syurga berdasarkan Hadits
Rasulullah SAW “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari Ilmu, maka Allah
akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga” (HR. Muslim, No. 2699)
Kesehatan fisik
dan kecerdasan intelektual tidak akan berharga tanpa fondasi akhlak yang mulia.
Akhlak nabawi adalah benang merah yang menyatukan kedua aspek tersebut,
memastikan bahwa kekuatan fisik dan kecerdasan digunakan untuk kebaikan.
Generasi yang sehat tapi tidak berakhlak bisa menjadi sombong, sementara
generasi yang cerdas tetapi tidak bermoral bisa menjadi destruktif. Rasulullah
adalah teladan yang sempurna dalam integritas, kejujuran, kasih sayang dan
keadilan. Beliau mengajarkan bahwa kekuatan fisik harus digunakan untuk
menolong yang lemah dan kecerdasan harus digunakan untuk menyebarkan kebaikan
dan kebenaran. Akhlak, kesehatan dan kecerdasan akan menjadi sarana untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberikan manfaat bagi seluruh Alam.
Sebagaimana slogan
yang digaungkan oleh Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut “Bageur
Pasti, Pinter Nuturkeun” menekankan komitmen pesantren untuk membentuk
generasi yang berkarakter kokoh dan memiliki keunggulan akademik serta akhlak
mulia maka melalui pembiasaan yang diterapkan setiap harinya ibarat sebuah peta
untuk mendapatkan kunci emas pembuka pintu gerbang masa depan yang cemerlang
serta tercipta Ulama Intelektual dan Intelektual Ulama yang bermanfaat bagi
dunia dan Akhirat.
Sebagai
kesimpulan, Akhlak Rasulullah SAW menjadi panduan holistik untuk membentuk individu
yang seimbang melalui pembiasaan khususnya di lingkungan pesantren. Karena
generasi yang sehat dan cerdas adalah aset penting bagi peradaban.
Referensi
Adji, A. W. (2022). Solusi mudah ubah kebiasaan.
Depok: Gema Insani.
Erlanda, J. (2024, Mei 24). Keutamaan-salat-berjamaah-dalam-kacamata-psikologi-dan-sosiologi.
Retrieved from kuliahalislam.com:
https://kuliahalislam.com/keutamaan-salat-berjamaah-dalam-kacamata-psikologi-dan-sosiologi/
Muhammad Abduh Tuasikal, M. (2015, November 20). Menuntut Ilmu, Jalan
Paling Cepat Menuju Surga. Retrieved from rumaysho.com:
https://rumaysho.com/12363-menuntut-ilmu-jalan-paling-cepat-menuju-surga.html
Muhammad Abduh Tuasikal, M. (2019, Oktober 12). Bulughul Maram –
Shalat: Menjawab Azan. Retrieved from rumaysho.com:
https://rumaysho.com/22030-bulughul-maram-shalat-menjawab-azan.html
Yudi. (2021). Hikmah Wudhu dan 7 Manfaatnya bagi Kesehatan.
Retrieved from www.islampos.com/hikmah-wudhu:
https://www.islampos.com/hikmah-wudhu-238289/
Komentar
Posting Komentar