Postingan

Deeptalk bersama Ibu KS

 Suasana: Mendung tapi tidak hujan        Menjadi seorang pemimpin bukan soal pangkat atau status kepegawaian, melainkan soal keberanian memikul tanggung jawab. Kalimat itulah yang menjadi pegangan hidup bagi seorang Ibu Kepala Sekolah yang saat ini masih berstatus sebagai guru honorer. Di pundaknya, terpikul beban berat: mengelola sebuah sekolah tanpa memiliki rekam jejak pengalaman sebelumnya, ditambah lagi kenyataan pahit bahwa guru-guru senior yang seharusnya menjadi mentor kini telah tiada di sekolah tersebut. Dalam kesendirian dan rasa "galau" yang sesekali menyapa, ia tidak memilih untuk menyerah pada keadaan. Alih-alih meratapi kurangnya sumber daya manusia, ia justru membuka pintu lebar-lebar bagi masa depan. Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Kesadaran bahwa ia tidak bisa berjalan sendiri melahirkan sebuah ide cemerlang. Ia merangkul dunia akademis dengan mengajak mahasiswa untuk terjun langsung ke sekolahnya. Sekolah yang tadinya sunyi kini riuh denga...

Full Refleksi

       Aku senang bisa mengikuti Challenge Sekolah Hogwarts rumah amal salman karena misi-misi ini membuat aku bertumbuh dan bertambah kebaikan. aksi yang aku lakukan bukan hanya semata-mata memenuhi tugas atau tantangan tapi juga melatih untuk meneguhkan niat dalam menjalani kebaikan sekecil apapun, aku menjadi berlatih konsisten, disiplin, bertanggung jawab atas aksiku dan semangat mengajak orang lain dalam kebaikan. Challenge ini juga membuat aku semakin percaya diri dalam mengajak secara langsung (misal kepada teman) dan juga secara online melalui ig story yang barangkali menjadi inspirasi bagi yang lain. karena aku ingat nasihat wizzard bahwa "ketika kita menunjukan kepada jalan kebaikan, kita juga mendapatkan kebaikan yang sama". selain itu, ternyata aksi-aksi ini memperbaiki mood dan mental yang mungkin kurang baik, fikiranku menjadi lebih tenang, enjoy, dan lebih bahagia seperti training pengajar asgardian yang aku ikuti kemarin memberiku banyak sekali hikmah...

Akhlak Nabawi: Kunci Emas Menempa Generasi Islam yang Sehat Fisik dan Cerdas Intelektual

  e-mail: Afnialfiani26@gmail.com           Generasi yang kuat, sehat, dan cerdas adalah aset terpenting bagi peradaban, terutama bagi umat islam. Mereka adalah pilar yang akan menentukan masa depan umat, membawa perubahan posistif dan menghadapi tantangan zaman. Rasulullah SAW sebagai role model memberikan contoh dalam kehidupan bukan hanya seperangkat etika, melainkan sebuah kunci emas yang secara holistik membimbing pembentukan individu yang sehat fisik, cerdas intelektual dan mulia secara spiritual melalui pembiasaan setiap harinya, mengutip perkataan Jaraes Clear bahwa kebiasaan itu seperti sebilah pedang yang tajam di kedua sisi. Kebiasaan buruk dapat menebas kita dengan mudah sebagaimana kebiasaan baik membentuk kita.  (Adji, 2022)         Menjadi seorang santri dan hidup dilingkungan pesantren adalah anugerah dari Allah SWT, sebab bangun di pagi hari kemudian Qiyamulail dan menjalani akt...

KE-AKU AN

       Idul Adha adalah Hari besar umat islam yang paling agung, didalamnya terdapat banyak sekali hikmah yang sangat menginspirasi melalui Rasul pilihan Allah yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihi salam. Jika dilihat dari sejarah perjalanannya Nabi Ibrahim, Beliau sangat sabar dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah seperti di uji dengan sulitnya mengajak keluarganya untuk bertauhid, di uji dengan sulitnya memiliki keturunan, dan setelah diberi keturunanpun di uji dengan perintah menyembelih Nabi Ismail. Jika difikir hanya dengan logika tentu ini semua terasa tidak adil dan menyakitkan, begitu juga dengan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita yang kerap kali kita mengutarakan “Sabar juga ada batasnya atuh ” (sembari diselimuti Emosi) padahal pahala sabar tak ada batasnya (QS. Azzumar:10). Maha baiknya Allah, ketika Nabi Ibrahim menyampaikan tentang mimpinya kepada sang putra maka responnya juga dengan penuh keimanan “Ya abatii if’al maa tu’maru Satajidunii Insya ...

Cermin

 Kita perlu cermin yang kecil yang hanya cukup menggambarkan diri kita. Fungsinya untuk melihat kekurangan kita. Fokus pada apa yang ada dalam diri kita. Salah, ada kurang, perbaiki. Bukan membiarkan sampai terlihat tidak pantas. Dalam hidup, cermin bagaikan peringatan agar kita senantiasa sadar diri dengan fokus melihat diri sendiri dulu. "Memang aku siapa? Apa lebihnya aku? Apakah aku harus merasa lebih baik dari orang lain? Apakah aku sempurna?" Pertanyaan tersebut harus sering kita tanyakan agar kita tidak seperti babi yang tidak bisa menengok ke belakang. Manusia paling jahat ternyata manusia yang berusaha membersihkan namanya dengan cara menjatuhkan orang lain tanpa bercermin. Daaaan. Kita tidak perlu merugi menjadi orang baik, bahwa kebaikan akan kembali dengan kebaikan pula pun sebaliknya. Kenapa ya ada saja manusia yang mengurusi hidup kita dengan mengorek kesalahan kita? Jawabannya adalah.. mereka adalah orang-orang yang nganggur, gak punya kerjaan dan pengecut. kat...

PEREMPUAN HARUS SEPERTI INI: BALANCE DUNIA DAN AKHIRAT

Gambar
  Ning Sheila Hasina                Teknologi sudah berkembang pesat saat ini, semua orang sudah mengetahui dan memilikinya. Teknologi juga sudah digunakan semua kalangan baik itu Pengusaha, Pengajar, Intansi Pendidikan (Formal, Pesantren, Pendidikan Kursus dan sebagainya) guna memudahkan aktivitas saat ini. Salah satu contoh alat Teknologi yang dimiliki setiap lapisan masyarakat   adalah HP ( HandPhone ) benda kecil yang bisa memberikan berbagai informasi setiap sudut Dunia melalui   Platform atau Aplikasi yang terdapat didalamnya seperti; Web, Instagram, TikTok, Telegram, Twitter , dan masih banyak Aplikasi lainnya.                Dampak dari perkembangan Teknologi saat ini berpengaruh besar dalam setiap lini kehidupan dan segala Bidang, salah satunya dalam Pendidikan Agama. Kita sudah sangat mudah mengakses Ilmu apapun asalkan...

QS. AN-NABA BAGIAN 2

  Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A Hafidzahullah Ayat-ayat Targhib Wa Tarhib Ayat 17 اِنَّ يَوۡمَ الۡفَصۡلِ كَانَ مِيۡقَاتًا Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan, Yaumul Fasl merupakan nama lain dari hari kiamat yang memiliki arti Keputusan, Hari pembeda (Membedakan penghuni Syurga dan Neraka). Selain itu sebutan bagi hari kiamat ini banyak, diantaranya; Yaumul Qiyamah (Semua orang berdiri), Yaumul Mahsyar (Hari orang dikumpulkan), Yaumul Hisab (Hari perhitungan) dan masih banyak sebutan lainnya. Ayat 18 يَّوۡمَ يُنۡفَخُ فِى الصُّوۡرِ فَتَاۡتُوۡنَ اَفۡوَاجًا (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong, Yaumul Fasl ada setelah ditiupnya sangkakala oleh Malaikat Isrofil, sebagian para ulama mengatakan ditiupnya sangkakala yaitu sebanyak 2 kali, tiupan pertama membuat semua Makhluk tidak bernyawa, tiupan kedua Manusia akan dibangkitkan dan akan datang dalam keadaan berkelompok. Jarak Nafkhotul Ula ...